Faktor Non-biologis Penyebab Kerusakan Kayu

Permukaan kayu yang berhubungan langsung dengan kondisi lingkungan luar tanpa adanya perlindungan atau pelapisan, misalnya dengan cat atau vernis yang dapat mengakibatkan kerusakan yang disebut pelapukan. Jenis kerusakan karena faktor lingkungan berbeda dengan pelapukan akibat serangan cendawan. Terjadinya pelapukan akibat kombinasi dari beberapa faktor seperti cahaya, terkena hujan dan panas secara bergantian serta cendawan pembusuk lunak. Penggunaan kayu yang tidak berada dibawah naungan atap, misalnya untuk sirap, pagar papan dan lisplang yang tidak dilapisi yang mengakibatkan permukaan kayu rusak. Kerusakan tersebut membuat permukaan kayu menjadi kasar, berkerut, retak-retak kecil yang dapat meluas keseluruh potongan kayu dan akhirnya permukaan kayu menjadi rapuh.

Api merupakan salah satu faktor penting yang menyebabkan kerusakan kayu. Sifat mudah terbakar dari kayu merupakan hambatan utama dalam penggunaannya sebagai bahan bangunan. Kenyataan telah membuktikan bahwa kayu adalah bahan bangunan primer yang akan terbakar dan menyala pada suhu bakarnya. Oleh karena itu, penggunaan kayu secara luas dan tanpa adanya sekat dalam pembuatan kontruksi gedung perlu dihindari. Sebab terbakarnya kayu yang tidak dilindungi pada suhu rendah oleh sumber kebakaran tergantung pada spesies dan lebih ditentukan oleh faktor  seperti derajat kekeringan, suhu dari sumber panas, ukuran kayu, bentuk kayu dan detail dari kontruksi.