Pentingnya Peranan Kayu

Meskipun banyak bermunculan bangunan-bangunan beton, terutama di kota-kota besar, tetapi peranan kayu sebagai bahan konstruksi masih dianggap penting. Harganya yang tergolong murah, mudah didapatkan, dan mudah dibentuk menjadikan kayu tetap menjadi pilihan masyarakat yang akan membangun sebuah bangunan. Kegunaan kayu ternyata tidak hanya untuk bangunan saja, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan alat perabotan rumah tinggal, mainan anak, tiang listrik, bahan baku kertas, dan kegunaan lainnya. Kayu mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan, di antaranya berat jenisnya ringan, kekuatan cukup tinggi, elastis, dan cukup awet. Akan tetapi, kayu juga mempunyai sifat yang kurang menguntungkan, seperti tidak tahan api dan bersifat higroskopis (mudah menyerap dan melepas uap air). Di indonesia, kayu untuk bahan bangunan digolongkan menjadi 4 macam sebagai berikut : a). Kayu berdaun jarum (pinus), b). Kayu berdaun lebar (jati), c). Kayu berdaun palma (kelapa), d). Kayu bambu. Tidak semua jenis kayu mempunyai tingkat keawetan yang sama. Tingkat keawetan kayu sangat beragam menurut jenis kayu dan umurnya. Semakin tua umur kayu semakin awet pemakaiannya. Penyebab kerusakan kayu dapat diakibatkan dari organisme hidup, seperti serangga, jamur, dan bakteri. Selain itu, juga dapat disebabkan dari pengaruh iklim (hujan dan temperatur). Dalam pengawetan kayu, pengeringan merupakan satu tahapan penting dalam proses tersebut. Sebelum diawetkan, biasanya kayu dikeringkan terlebih dahulu sampai pada kadar air tertentu. Proses pengawetan kayu sebenarnya bukan teknologi baru, akan tetapi pengawetan kayu agar lebih kuat sangatlah penting yang tujuannya tidak membuat kayu mudah rapuh. Salah satu sifat yang kurang menguntungkan adalah ketahanan terhadap serangan organisme perusak kayu. Kerusakan kayu dapat terjadi pada waktu penyimpanan dan pemakaian. Bahkan, pada kayu yang baru saja ditebang dapat juga terserang organisme perusak kayu.