Sistem pengawetan kayu, bambu dan rotan – 2

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penebangan / pemanenan kayu bambu dan rotan sebagai berikut :

  1. 1.       Usia pohon siap tebang
  2. 2.       Masa / waktu penebangan
  3. 3.       Cara penebangan

Usia pohon siap tebang

Pohon yang akan ditebang atau dipanen harus memenuhi sarat usia yang cukup untuk ditebang. Dengan demikian kayu yang dihasilkan telah mencapai volume pembentukan serat kayu yang optimal.

Pohon yang masih terlalu muda belum mencapai titik optimal dalam proses produksi serat kayu, disamping itu kandungan nutrisi kayu yang akan digunakan untuk proses pertumbuhan pohon lebih lanjut masih sangat tinggi, dengan demikian kualitas kayu yang dihasilkan lebih rentan terhadap serangan serangga kayu maupun jamur serta berbagai faktor perusak alami lainnya.

Masa / waktu penebangan

Masa / waktu atau musim penebangan sangat menentukan kualitas kayu yang akan dihasilkan. Secara umum penebangan pohon dilakukan pada akhir musim kemarau memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan yang dilakukan pada musim penghujan.

Hal ini sangat mudah dipahami secara sederhana, pada musim penghujan akar-akar pohon aktif menyerap nutrisi untuk pertumbuhan dan menyimpan sebagian sebagai cadangan untuk bertahan hidup pada musim kemarau, sedangkan pada musim kemarau sistem metabolisme pohon akan menyerap cadangan nutrisi yang telah tersimpan selama musim penghujan.

Dengan demikian Jika penebangan dilakukan pada akhir musim penghujan akan menghasilkan kayu dengan kadar nutrisi maksimal sehingga rentan terhadap serangan serangga, jamur dan faktor perusak lainnya dan begitu pula sebaliknya, jika penebangan dilakukan pada akhir musim kemarau kualitas daya tahan dan keawetan kayu relatif lebih baik.

Pohon bambu dan rotan memiliki akar rimpang, dimana tunas rebung tumbuh setiap tahun masa penebangan yang tepat memiliki pengaruh sangat signifikan terhadap kualitas daya tahan atau keawetan bambu.

Cara penebangan

Pernahkan anda perhatikan hutan jati yang dikelola perhutani, dimana pohon jati yang telah siap tebang tampak mengering dan jika kita perhatikan dibagian bawah dekat pokok batang pohonnya tampak kulit kayunya dikelupas ?

Itulah salah satu cara perhutani sebelum proses penebangan /panen kayu jati dilakukan. Cara ini dilakukan dengan salah satu tujuan untuk mengurangi komposisi nutrisi kayu dalam rangka mendapatkan kualitas / mutu kayu jati terbaik.

Dengan mengelupas kulit kayu sampai bagian dibawah lapisan kambium, maka akar tidak lagi aktif mengirimkan nutrisi ke batang pohon, sedangkan cadangan nutrisi yang terkandung didalam batang pohon akan terserap habis oleh proses metabolisme pohon untuk mempertahankan hidupnya sampai batas minimum dan akhirnya mati dan mengering secara berlahan.

Cara ini juga dapat dilakukan untuk jenis kayu yang lain untuk mendapatkan kualitas kayu terbaik.