Alat Ukur Moisture Content (MC)

Sebuah syarat mutlak sebuah pabrik furniture kayu memiliki MC meter pada seluruh unit produksinya. Paling penting tersedia di departemen Kiln Dry (KD) dan ruang penyimpanan kayu gergajian. Akan tetapi harus senantiasa diperhatikan bahwa walaupun kayu sudah ‘kering’ dikeluarkan dari ruang KD dan Moisture Content berada pada level 8-12%, masih ada kemungkinan MC akan berubah sesuai dengan keadaan cuaca dan kelembaban udara luar. Indonesia sebagai negara topis dengan kelembaban udara 75-90% berpotensi besar dalam hal perubahan MC melalui pengaruh udara luar, terutama pada waktu musim hujan. Bagaimana dan di mana saja alat ukur MC ini harus disediakan? MC Tusuk Jenis MC meter sesuai dengan bentuk fisiknya yang besar dan berat. Terdapat jarum besar dengan kabel yang menghubungkannya ke alat ukur digital ataupun analog. Alat ini baik untuk mengukur kayu gergajian yang tebal dengan kekuatan tusuknya yang lebih dalam. Walaupun akan meninggalkan bekas tusukan, ini akan hilang pada waktu proses produksi. Cocok untuk area Kiln Dry dan ruang penyimpanan kayu kering. Diperlukan paling sedikit 2 buah untuk pabrik skala menengah (15-25 container / bulan). MC Jarum Berukuran lebih kecil dari MC meter pada area Kiln Dry. baik sekali untuk digunakan di ruang komponen, assembling, dan finishing. Alat jenis ini akan meninggalkan bekas lubang kecil yang masih bisa ditutup pada waktu proses finishing. Apabila ingin digunakan pada area finishing sebaiknya lakukan pengecekan pada bagian bawah produk atau bagian yang tersembunyi. Media pembacanya bisa berupa digital atau analog. Penting untuk diperhatikan pada jenis ini adalah bagian jarum harus senantiasa berada pada posisi searah serat kayu. MC Tempel Kebanyakan orang masih meragukan keakuratan MC meter jenis tempel karena dalam logika awam pemikiran, alat ini hanya memberikan figur skala MC pada permukaan kayu. Perlu diketahui bahwa MC tempel yang baik seharusnya memiliki beberapa skala pengukuran tergantung jenis kayu atau kekerasan (density) kayu yang diukur. Dengan adanya fitur ini kita bisa menyesuaikan pengukuran dengan jenis kayu. Pengaturan skala pengukuran akan merubah kekuatan baca MC tempel. Lebih keras kayu, kekuatan signal lebih besar sehingga figur yang dihasilkan lebih akurat. Perlu dilakukan kalibrasi pada beberapa alat ukur MC seperti ini agar terjaga keakuratan dan kestabilannya. Hal ini perlu karena perubahan kekuatan baterai, umur pemakaian mempengaruhi kualitas MC meter. Penulis belum menemukan instansi yang tepat untuk melakukan tugas ini di Indonesia.

– See more at: http://www.tentangkayu.com/2007/12/alat-ukur-moisture-content-mc_30.html#sthash.6hvrnclY.dpuf