Cerita dibalik Boneka Kayu Pinokio

Kalau berbohong, hidung kita bisa menjadi panjang seperti Pinokio. Masih ingat kan, dengan kisah boneka kayu buatan Geppetto ini. Dongeng klasik karya Carlo Collodi tersebut ternyata punya sejumlah fakta yang berkaitan dengan dunia nyata. Kira-kira fakta apa, ya?

pinokio

Bocah kayu ini pertama kali diperkenalkan pada 7 Juli 1881 dalam bentuk cerita berseri dengan judul La Storia un Burattino (Kisah Seorang Marionette). Kisah ini sangat disukai para pembaca majalah anak-anak Italia hingga dua tahun kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Ketika muncul dalam bentuk buku, Carlo Collodi mengubah judulnya menjadi Petualangan Pinokio. Sejak saat itu, novel ini diterjemahkan dalam berbagai macam bahasa dan disadur dalam bentuk teater, animasi, serta film.

Seorang ahli komputer, Alessandro Vegni membandingkan kisah tersebut dengan peta sejarah pada saat Pinokio dibuat. Faktanya, cerita ini ternyata terinspirasi dari sebuah desa yang terletak di antara daerah Pisa dan Florencia (Italia). Desa itu bernama San Miniato Basso yang  juga punya nama asli, Pinocchio (nama sungai di desa tersebut). Penduduk aslinya pun dijuluki Pinocchi atau Pinocchini. Kebetulan, ayah penulis boneka kayu ini adalah seorang koki terkenal yang tinggal di daerah tersebut.

Alessandro Vegni yakin banyak karakter dari cerita boneka kayu Pinokio terinspirasi dari San Miniato Basso. Di desa tersebut, terdapat Casa il Grillo atau Rumah Jangkrik. Bangunan ini diduga sebagai inspirasi karakter Jimmy Jangkrik yang bisa berbicara. Ingat tokoh kucing dan rubah yang menculik Pinokio? Ternyata, karakter tersebut berasal dari nama Sungai Rio Delle Volpi (Sungai Rubah) yang di dekatnya ada dua rumah dijuluki Rigatti (Rumah Kucing-Kucing). Di dekatnya, ada desa bernama La Lisca yang berarti Tulang Ikan. Vegni curiga ini menjadi inspriasi kisah Pinokio ditelan ikan paus.

Namun, ada penelitian lain dari Asosiasi Pinokio soal fakta-fakta tersebut. Menurut mereka, cerita boneka kayu Pinokio berlatar belakang sebuah kota kecil di antara Florencia dan Castello. Saat itu, si penulis Carlo Collodi  sedang berlibur musim panas di Castello. Ia bertemu Giovanna Ragioneri, gadis pirang kecil bermata biru. Gadis inilah yang menjadi inspirasi karakter Peri Biru.

Sumber : http://www.disneyscreencaps.com