Proses Pembuatan Korek Api

korek

Menurut sejarahnya, indsutri korek api pertama yang memproduksi secara massal berada di negara Swedia, oleh karena itu negara yang beribu kota Stockholm tersebut dikenal sebagai kiblatnya korek api  dunia.

Dalam industri pembuatan korek api, jenis kayu yang umum digunakan untuk stick korek api adalah kayu pinus, albasia, gamelina, damar, dan genitri. Untuk bahan pentol koreknya (head composition), memakai aneka zat kimia yaitu gelatin, powdered glass (bubuk kaca), mangan dioksida, potassium klorat, potassium bikromat, zine oxide, iron oxide, bubuk sulfur, dan parafine untuk splint (stick kayu). Sementara bahan untuk tempat menggesek kepala (pentol) korek atau disebut dengan istilah side coating terdiri dari fosfor merah, mangan dioksida, polysol, dan ore concentrade.

Untuk produksi dalam jumlah besar, perusahaan korek api diperlukan berbagai peralatan dan mesin canggih.

1. Pada bagian produksi batang korek (splint process), mesin-mesin yang diperlukan:

Mesin Cross Cut (CCT) untuk memotong batang kayu menjadi ukuran tertentu; Mesin Autoclave yang berfungsi melunakan kayu pinus dengan proses uap; Mesin Peeling (CBK2) untuk mengiris kayu menjadi lembaran-lembaran tipis (veneer) yang tebalnya sekitar 2mm; dan Mesin Penyusun (CED) yang akan menyusun venner sebelum dimasukkan ke dalam mesin Chopping; Mesin Chopping (DAL) berfungsi memotong veneer menjadi batang-batang (sticks) korek api yang panjangnya 4cm; Mesin Impragnating (DYS) yang bertugas memberi amonium fosfor ke batang-batang korek api; Mesin Pengering (SF); Mesin Poleshing Drum (FZDS) yang berfungsi menghaluskan batang-batang korek api (splint); dan Mesin Penyortir Batang Korek Api yang rusak atau disebut Mesin Selecting Table;

2. Pada bagian pembuatan pentol korek api (match production process), jenis mesin yang dibutuhkan:

Mesin Match Dipping (MDM) yang bertugas menyusun splint (batang korek api) dan memberinya adonan pentul sehingga menjadi korek api yang sempurna; Mesin Filling Type untuk memasukkan batang-batang korek api kedalam kotak kemasan korek api (box); Mesin Outer Box untuk memberi lapisan side coating pada ke dua bagian sisi kotak pembungkus; Mesin Inner Box; Mesin Wraping; dan Mesin Packing.

Proses pembuatan korek api dengan menggunakan peralatan yang canggih oleh Perusahaan, mampu memenuhi kebutuhan didalam negeri dan untuk ekspor.

Namun untuk sekedar keperluan pribadi, kita bisa membuat beberapa batang korek api dengan teknik yang sederhana (manual). Untuk membuat korek api, alat dan bahan yang dibutuhkan terdiri dari: 1 sendok teh fosfor merah; 1 sendok teh kalium klorat; lem elmer (polyvinyl acetate); batang-batang kayu kecil (sebagai batang korek api); loyang untuk oven; kacamata untuk keselamatan; sarung tangan; dan tusuk gigi.

Cara membuat korek api (stickmatches):

Pertama, campurkan 1 sdt potasium klorat dengan ½ sdt lem elmer dengan menggunakan tusuk gigi hingga adonan merata. Kemudian ujung batang yang akan dijadikan korek api diberi lapisan adonan tersebut setabal 1 mm. Setelah itu, panggang pakai wajan atau oven batang-batang yang telah dilapisi adonan selama 2 jam pada suhu 65°C. Kemudian keluarkan dan biarkan menjadi dingin dan mengeras. Langkah berikutnya, dengan menggunakan tusuk gigi yang baru, campurkan 1 sdt fosfor merah dengan ½ sdt lem elmer. Celupkan ujung batang korek yang telah berlapis tersebut kedalam campuran fosfor merah dan lem tadi. Pastikan lapisan potasium klorat telah tertutup dengan lapisan fosfor merah. Oven lagi selama 2 jam pada suhu yang sama, dengan loyang yang berbeda. Setelah itu korek api telah selesai dibuat.